Buah Renungan

Kumpulan review/resensi dari buku “Buah Renungan” karya Multatuli

Terbit 1974 oleh Pustaka Jaya | Binding: Paperback | Halaman: 146

Dipilih oleh Asrul Sani dan Gerard Termorshuizen dari buku Volledige Werken, 7 jilid, karangan Multatuli, terbitan Van Oorschot, Amsterdam, 1950-1953. Penerjemah: Asrul Sani

Comments
One Response to “Buah Renungan”
  1. Amang Suramang berkata:

    ANTARA tahu dan mau adalah dua hal yang memiliki derajat berbeda. Berbahagialah orang yang tahu akan sesuatu, dan mau melakukan sesuatu akan yang ia tahu itu. Karena dia adalah orang yang seiya sekata pikiran dan perbuatannya. Tetapi orang yang tahu akan sesuatu, tetapi tidak mau sama saja dengan dari orang yang tidak tahu, tetapi mau melakukan sesuatu. Keduanya sama-sama kebiasaan buruk.

    Multatuli adalah orang berbahagia itu. Barangkali salah satu orang Belanda yang paling berbahagia yang aku kenal. Antara apa yang dipikirkannya dengan apa yang dilakukan sebangun sejalan. Pikirannya yang cerlang dan jelas tentang kolonialisme di nusantara membuatnya seringkali berkonflik dengan golongan Kristen dan orang-orang Belanda moralis lainnya (dari golongan yang tahu, tetapi tidak mau).

    Lewat buku yang setaraf dengan memoar ini, kita bisa menyelami diri Multatuli, bagaimana pemikiran-keterlibatannya dan kepeduliannya pada mereka yang terjajah tertera jelas di dalamnya. Aku kutipkan yang menarik:

    Siapa yang tidak bekerja tidak makan, kata seorang ahli ekonomi.
    Dan rakyat yang menderita lapar menjawab: “Yang tidak makan, tidak bisa bekerja”

    Siapa yang tidak bekerja, tidak makan, kata seorang menteri.
    Dan buruh yang tidak punya pekerjaan menjawab “Yang menghalangi orang bekerja, juga demikian”

    Meski kesannya berseloroh, Multatuli menggarisbawahi bahwa golongan Kristen dan moralis Belanda perlu membuka mata lebar-lebar atas penderitaan rakyat nusantara. Mereka perlu menyatukan pikiran dan perbuatan. Suatu hal, yang sebenarnya, pantas juga dilontarkan untuk para pemimpin kita. Agar mereka seiya sekata pikiran dan perbuatannya.

    Sumber: http://sudahkahkaubaca.multiply.com/journal/item/46/Seiya_Sekatanya_Multatuli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: