Sastra Pewayangan

Mahabarata
Karya P. Lal
ISBN 978-979-419-091-3
Pustaka Jaya 2008, 424 hlm.

Mahabarata ialah ensiklopedi kehidupan dan kebudayaan Hindu. Dengan satu perbedaan yang sangat penting—ajarannya disampaikan dengan cara yang tidak menyakitkan—dalam kenya-taannya justru dengan cara yang secara positif menyenangkan, karena apa pun yang akan dikatakan, dikisahkan dalam bentuk cerita, dongeng, dan mitos.

Kisah utamanya— jantung dari wiracarita hari kiamat yang abadi ini kaya dengan darma— ialah persaingan yang membawa kepada suatu perjuangan untuk berebut kekuasaan antara saudara-saudara sepupu, orang-orang Kurawa dan orang-orang Pandawa, keduanya keturunan Kuru yang tak boleh tidak mencapai pun¬caknya dalam perang Kuruksetra, suatu bencana dahsyat yang mengerikan, yang berakhir dalam kemenangan yang terlalu banyak memakan korban bagi orang-orang Pandawa.

Ramayana
Karya P. Lal
ISBN 978-979-419-176-7
Pustaka Jaya 2008, 448 hlm.

Walmiki — penulis Ramayana — ini dalam tradisi India dihormati sebagai seorang Adikawi, Penyair Utama atau Penyair Idaman. Dengan demikian Ramayana pun adalah Syair Utama atau Syair Idaman. Ada juga yang menyebutnya sebagai “Syair Sejarah”, sebuah syair kepahlawanan yang dengan daya khayal tinggi menceritakan tentang pelbagai hal yang seolah-olah benar-benar terjadi jika mengingat keraguan atau kekaburan akibat silamnya waktu.

Jalur cerita Ramayana berkembang dengan halus, dengan beberapa titik temu. Sang pahlawan adalah seorang manusia super atau bahkan mewujud sebagai titisan dewa. Jika Mahabarata menonjol dalam hal-hal heroik, maka Ramayana didominasi oleh rasa erotik. Di dalamnya terdapat adegan manakala suatu keajaiban tercipta. Sang Pahlawan dan kekasihnya melewati masa-masa cobaan moral dan emosional, tetapi berhasil lulus dari segala ujian. Cinta menang, kebenaran muncul, tugas terlaksana, kehendak dewa dipatuhi, dan penderitaan pun tertinggalkan. Ia juga meng¬gambarkan pelbagai suasana dan majemuknya kehidupan, selain menampilkan keindahan alam. Gaya bertutur yang disampaikan oleh Waliki dalam Ramayana ini begitu anggun mengilhami dan amat menawan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: