Khasanah Sunda

Si Kabayan
Karya Lina Maria Coster-Wijsman
ISBN 978-979-419-348-8
Pustaka Jaya 2008, 252 hlm.

Tidak ada di tempat lain di Nusantara ini, di mana terdapat cerita-cerita lucu yang sekaya pada orang Sunda. Oleh karena itu siklus Kabayan pantas menjadi titik tolak untuk meninjau literatur lucu Indonesia. Anekaragam lelucon dan daerah-daerah di mana diceritakan cerita-cerita lucu Indonesia, dapat ditemukan kembali dalam cerita-cerita Kabayan Sunda, seluruhnya atau sebagian. Kenyataan ini menyebabkan kita mesti membicarakan cerita-cerita daerah lain itu sebagai varian dari cerita-cerita Sunda.

Cerita-cerita yang ditampilkan dalam berbagai varian dan dibicarakan dalam buku ini, semuanya adalah cerita rakyat. Namun ada juga beberapa karya yang lebih bersifat literer, yang mengandung motif-motif cerita lucu. Khususnya ada Masyhudulhakku dan Abu Nawas dalam bahasa Melayu. Karena itu satu bab tersendiri dikhususkan untuk membicarakan masing-masing dari kedua cerita ini.


Tiga Pesona Sunda Kuna

Karya J. Noorduyn, A. Teeuw
ISBN 978-979-419-349-356-3
Pustaka Jaya 2008, 554 hlm.

Tertuang dalam naskah-naskah daun yang titimangsanya tidak diketahui, teks-teks Sunda Kuna pada umumnya berada dalam kondisi mengkhawatirkan dan tak tersentuh oleh khalayak yang lebih luas. Jumlah teks Sunda Kuna itu terbatas, dan pengetahuan mengenai bahasa itu pun terbatas. Dengan menyajikan tiga puisi panjang Sunda Kuna, Noorduyn dan Teeuw, melalui telaah berbahasa Inggris atas sastera Sunda Kuna yang sejauh ini tiada bandingannya, berhasil menunjukkan karya-karya penting bagi penelitian bahasa, sastera, dan sejarah lebih lanjut.

Ketiga puisi Sunda Kuna itu, yakni Para Putera Rama dan Rawana, Pendakian Sri Ajnyana, dan Kisah Bujangga Manik: jejak langkah peziarah tak terbaca sebelum munculnya buku ini. Kedua naskah pertama ditemukan dalam koleksi naskah abad kesembilan belas milik Masyarakat Batavia yang kini terdapat di Perpustakaan Nasional, Jakarta, sedangkan naskah ketiga disumbangkan kepada Perpustakaan Bodleian di Oxford pada sekitar tahun 1627, meskipun naskah tersebut tak terlacak sebagai puisi Sunda Kuna hingga dasawarsa 1950-an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: