Yttrbium Mind

Jauh sebelum berbagai penerbit berlomba-lomba menerbitkan karya2 sastra klasik besar sekarang ini, Pustaka Jaya sudah jauh lebih dulu melakukannya dengan menerbitkan karya besar dunia.

Masih lekat di benak saya bahwa buku pertama yang saya pinjam di perpustakaan sekolah SMA adalah buku terjemahan Monte Cristo-nya Dumas dari Pustaka Jaya. Dan saya langsung jatuh cinta kepada buku tersebut sehingga saya baca berkali-kali. Terjemahannya yang apik berhasil menghadirkan visi sang pengarang untuk mengisahkan kisah yang gelap sekaligus humanis.

Buku kedua yang saya pinjam adalah Madam Bovary-nya Falubert masih dari Pustaka Jaya. Saya benar-benar salut atas ‘keberanian’nya menerbitkan buku kontroversial tersebut dan menyajikannya kepada pembaca Indonesia yg masih jarang bersua dengan sastra dunia.

Selanjutnya bisa ditebak, saya langsung jatuh cinta pada buku2 Pustaka Jaya. Salah satu yang begitu berkesan lainnya adalah buku Lelaki Tua dan Laut-nya Hemingway. Dengan terjemahan apik dari Pak Sapardi, saya benar-benar hanyut ke dalam kisah Pak Tua yang kesepian, hening, sendu, sekaligus nyaris mencekam. Rasanya, hampir semua buku terbitan Pustaka Jaya yang ada di perpustakaan SMA sudah saya baca semuanya.

Sekarang setelah dunia penerbitan marak, para penerbit berlomba-lomba menerbitkan karya2 sastra dunia yg sebelumnya sudah diterbitkan Pustaka Jaya, saya penasaran dan tergelitik. Iseng saya membandingkan buku2 terjemahan baru dengan terjemahan Pustaka Jaya. Betapa terkejutnya saya, terjemahan Pustaka Jaya masih jauh lebih enak dibaca dan dimengerti daripada buku-buku terjemahan yang baru. Ini menunjukan betapa Pustaka Jaya begitu serius menggarap buku-buku terbitannya, penerbit yang bertanggung jawab atas terjemahan karya yang diterbitkannya, menjadikan buku2 yg diterbitkannya memang berupaya mengenalkan khazanah sastra dunia ke pembaca Indonesia bukan semata2 sebuah bisnis belaka.

Sekarang, saya merasakan betapa saya rindu terhadap buku2 Pustaka Jaya. Karena sangat sulit ditemukan di toko buku terutama untuk buku-buku sastra dunianya, saya bahkan sampai menjelajahi emperan buku bekas demi mencari buku2 lama Pustaka Jaya.

Dan minggu kemarin, saya mendapat kabar bahwa nasib penerbit yang penuh dedikasi ini, yang telah membuka mata saya akan bacaan yang bermakna, sedang berada pada tikungan yang menentukan. Jujur saja saya merasa sangat sedih. Semoga kabar buruk itu hanya kabar buruk belaka, bukan fakta buruk.

Semoga Pustaka Jaya sesuai namanya tetap jaya demi menyajikan dunia pustaka yang bermutu bagi bangsa Indonesia. Jayalah Pustaka Jaya!

Yttrbium Mind
http://www.facebook.com/yttrbium

Iklan
Comments
2 Responses to “Yttrbium Mind”
  1. Elsha Parawira berkata:

    Kebetulan saya punya buku Monte Cristo yang cetakan tahum 80-an Pustaka Jaya. Terjemahannya gak ada yang ngalahin, bisa banget nyajikan dengan bahasa yang… Sastra banget! like this lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: